Arsip Bulanan: Mei 2013

HARD

Mengapa sangat sulit? mengapa semua tentang kamu selalu menghantui pikiranku?

Mengapa aku harus peduli? Dan mengapa aku terus peduli padamu?

Aku ingin lepas dari rasa ini

Aku ingin menghilangkan rasaku padamu

Rasa yang nyatanya sekedar harapan kosong untukku

Rasa yang kian hari terus menggerus dan menghancurkan hatiku

Mengapa mencintaimu begitu perih?

Aku menyerah, aku menyerah untuk memperjuangkanmu

Aku sadar ini tak benar karena sepertinya hatimu bukan untukku

Mengapa melupakanmu pun terasa begitu sulit?

Tolong jangan jajah hatiku, biarkanlah aku sedikit demi sedikit melupakanmu

Meski harus dengan hati yang tertatih-tatih

Aku harus melupakanmu, tapi itu sulit karena aku belum mampu.

Iklan

His post

“… Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.”

 

He post that yesterday. Part of rectoverso novel. Showing me if he also have one side love. But, I think it wasn’t me, not me.

Just realized

And I realized, if it wasn’t me, not me

Harapan yang selalu berujung harapan

Aku memang bayangan, yang selalu tak pernah ada di hatimu

atau hanya aku yang berharap? hanya aku yang salah mengartikan rasa?

Atau memang bayangan lebih baik karena sesungguhnya aku tak pantas disebut bayangan, melainkan manusia bodoh yang dengan tidak tahu diri menyimpan rasa pada seseorang.

Seseorang yang juga tetap melihat kepada seorang yang lain.

Dia bukan aku, bukan aku.

Selama ini aku hanya merasa tinggi dengan khayalku, fantasiku sendiri, tanpa mau membuka kenyatann kalau wanita itu bukan aku, bukan aku.

Ketika ini semakin jelas, dan memang aku tak bisa lagi menolak bahkan khayalku tak mampu berimajinasi, kenyataannya wanita bukan aku, bukan aku.

Tuhan, bila memang wanita itu bukan aku, tolong perlihatkanlah lebih jelas, supaya aku bisa tersadar dari mimpi bodohku, dan bangun untuk menghadapi kenyataan.

Kenyataan dia memang tak pernah memiliki rasa apapun kepadaku selama ini. Kenyataan hanya aku yang merasa tinggi atas semua tingakh lakunya, hanya aku yang terjebak dalam imajinasiku sendiri. Bangunkan aku dari rasa berharap yang tak berkesudahan selama beberapa tahun ini. Kuatkan aku jika kenyataannya memang tak sejalan dengan kenyataan yang ada.

Terimakasih, hari ini aku akan mulai berusaha untuk berhenti memikirkannya, mulai mecoba untuk menatap masa depan yang ada.

Angan-angan

Tiba-tiba aja ide ini nyangkol ke otak gue,,

Gue suka nulis itu dari dulu, dari jaman gue masih bau ketek (jaman SD), tapi gue cuma bisa nulis cerita komedi., kalo bukan yang komedi, ujung-ujungnya pasti bersambung, dan ngga pernah the end (mentok ide akhirnya bikin cerita baru lagi, dan mentok lagi, kemudian begitu seterusnya). Udah-udah, kog pendahuluannya jadi panjang gini. Intinya kaya gini nih.

Gue ada niatan mau nulis moment2 lampau gue (lampau?, kesannya gue udah tua banget ya?), pokoknya moment yang udah gue lewatin. Fokus gue sih masa es em a (SMA), masa-masa gue masih jadi tukang palak ortu gue tiap pagi (you know what I mean lah). Gue pengen nulis momen2 jadul gue selama di sekolah, tiap momennya gue kasih judul. Di akhir momen, gue kasih kata-kata bijak ala gue, istilahnya intisari ama pelajaran apa aja yang bisa gue petik dari momen itu. Judul utama nya sih kepengennya “My High School Moment’s” atau “Jaman Sekolah”.

Targetnya sih semampu gue aja nulisnya.

Doain gue bisa ngewujudin hal ini ya ahahaha